Archive for the 'books' Category

Si Deus, Unde Malum?*

March 11, 2009

(*Jika ada Tuhan, darimana datangnya kejahatan?)
Sebuah SMS masuk ke HP saya semalam. Dari seorang kawan, berbunyi:
“Seberapa yakin sih kamu tentang keberadaan Tuhan, bro? Kamu yakin Dia ada? Atau kata Nietzsche itu bener ya?”
Wah.. wah.. rupanya kawan saya sedang merasa ‘kecewa’ pada Tuhan, banyak kejadian dalam hidupnya yang membuat dia bertanya dimana Dia (serupa dengan saya). [...]

Jerusalem: Kota Suci Kami

September 17, 2008

Iri. Itu satu kata yang saya rasakan begitu membaca tulisan-tulisan awal Mas Trias Kuncahyono dalam bukunya Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir. Kenapa iri? Pertama, saya ingin sekali bisa ke Jerusalem. Entah bagaimana caranya. Mungkin saya muslim yang agak aneh, dibandingkan Mekkah atau Madinah, kota di Timur Tengah yang sangat ingin saya kunjungi justru Jerusalem. [...]

Kalau Petruk Jadi Guru, Gimana?

September 8, 2008

Seminggu yang lalu saya datang ke pameran buku yang diadakan di Kantor Kompas, Kota Baru. Walaupun tidak sesuai harapan, saya akhirnya membeli sebuah buku kumpulan feature Sindhunata yang pernah dimuat di harian Kompas. Ternyata buku yang saya beli berjudul Petruk Jadi Guru itu adalah hanya salah satu dari 5 buku kumpulan feature Sindhunata yang diterbitkan [...]

Yang Muda Yang (Harus) Dipercaya

September 3, 2008

Melihat sekilas sampul buku ini sudah sangat terasa semangat kaum muda yang ingin ditanamkan oleh sang penulis, Eko Prasetyo. Begitupun dengan tampilan setiap halaman yang diramaikan oleh gambar yang sekaligus menjadi petunjuk bab yang berbeda. Bisa jadi orang akan terkecoh setelah membaca buku ini, terutama pada bab-bab awal. Isinya cukup “berat” bagi para pembaca yang [...]

irshad manji: beriman tanpa rasa takut

May 23, 2008

Kalimat-kalimat cerdas yang dilontarkan Irshad menunjukkan masih adanya segelintir pemeluk Islam yang mencoba bersikap kritis, bahkan terhadap ajarannya. Buku ini mungkin akan memancing kemarahan bagi beberapa kaum muslim. Namun, hal itu justru merefleksikan bagaimana keterbukaan pikiran kita terhadap perbedaan yang ada di sekeliling kita.
 “Saya sepatutnya membenci Irshad Manji… Tetapi kemudian saya melihat ke dalam hati [...]