Saat Hujan..
Saya masih di kantor..
Biasa, jadi penghuni terakhir
Tiba-tiba hujan deras sekali dan saya repot mesti tutup pintu dan jendela takut ruangan kecipratan air. Eh, ternyata, di parkiran samping ruangan saya ada seorang ibu yang sedang berteduh bersama sepeda tuanya. Deg.. entah, setiap melihat perempuan paruh baya seperti itu, saya lalu teringat perempuan yang sudah melahirkan dan membesarkan saya yang saya panggil “mama”.
Tidak, mama saya tidak bersepeda tua kemana-mana
Tapi mungkin ia pernah berteduh entah dimana saat hujan deras di perjalanan
Yang pasti ia yang selalu saya cari saat hujan deras disertai sambaran petir
Yang selalu saya cari saat listrik tiba-tiba mati dan saya menangis ketakutan
Yang membawakan lilin kecil walaupun tanpa nyanyian nina bobo
Kok saya kangen?
Saat saya silau dengan keadaan orang lain, Ia selalu mengingatkan… “Jangan lihat ke atas, lihat ke bawah kamu.. sekeliling kamu..”
Saat saya berkeluh kesah tentang nasib, Ia selalu mengatakan, “Hidup itu selalu berputar.. Kalau sudah pernah di atas, ya sekarang saatnya di bawah..”
Saat saya menentukan nasib, Ia selalu memberi semangat, “Ya, Mama cuma bisa mendoakan…”
Biasa menjadi tak biasa karena orang yang mengucapkannya bukan orang biasa-biasa, setidaknya bagi saya, Ia adalah orang yang luar biasa.
(lho kok lama-lama blog saya isinya curhat…)
November 5, 2009 at 8:23 pm
ya namanya juga manusia, curhat juga perlu dong. Kadang kita bisa mengerti pandangan seseorang jika kita juga mengetahui penulisnya secara manusia. Aku suka denger orang curhat. Kadang mengingatkam kita, bahwa kita punya nasib yang sama. Keep curhaaaaat!
November 5, 2009 at 10:56 pm
hihihi.. suka dengerin orang curhat? kalo tiap hari dicurhatin? trust me, pusing.
baiklah, saya akan curhat lagi (niat). Keep curhaaaaat! jiaaaah..