<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Teknik Pemberian Bantuan &amp; Konseling: The Egan Model</title>
	<atom:link href="http://galink.wordpress.com/2008/04/28/teknik-pemberian-bantuan-konseling-the-egan-model/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galink.wordpress.com/2008/04/28/teknik-pemberian-bantuan-konseling-the-egan-model/</link>
	<description>about life, about all of us</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 06:57:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: galink</title>
		<link>http://galink.wordpress.com/2008/04/28/teknik-pemberian-bantuan-konseling-the-egan-model/#comment-42</link>
		<dc:creator>galink</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 11:19:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://galink.wordpress.com/?p=9#comment-42</guid>
		<description>ayo ayo yang tau strategi dan teknik yang lain silakan ditambahi... hehehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ayo ayo yang tau strategi dan teknik yang lain silakan ditambahi&#8230; hehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: m,yasin</title>
		<link>http://galink.wordpress.com/2008/04/28/teknik-pemberian-bantuan-konseling-the-egan-model/#comment-40</link>
		<dc:creator>m,yasin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 04:47:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://galink.wordpress.com/?p=9#comment-40</guid>
		<description>mohon di kirim teknik dan strategi yang lain klo ada</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mohon di kirim teknik dan strategi yang lain klo ada</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jesi</title>
		<link>http://galink.wordpress.com/2008/04/28/teknik-pemberian-bantuan-konseling-the-egan-model/#comment-37</link>
		<dc:creator>jesi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 10:57:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://galink.wordpress.com/?p=9#comment-37</guid>
		<description>thank yao...............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thank yao&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: galink</title>
		<link>http://galink.wordpress.com/2008/04/28/teknik-pemberian-bantuan-konseling-the-egan-model/#comment-36</link>
		<dc:creator>galink</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 10:01:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://galink.wordpress.com/?p=9#comment-36</guid>
		<description>Kalau saya lihat, strategi Egan lebih condong ke humanistik (atau memang dikembangkan dari humanistik), jelas berbeda dengan pendekatan psikoanalisa dan behavioristik. Psikoanalisa dalam praktek konseling (atau tepatnya terapi) mensyaratkan kemampuan analisa yang tajam dari seorang psikoanalisis terhadap alam tak sadar klien. Sementara behaviorisme yang mekanistik, biasanya digunakan untuk mengubah suatu kebiasaan, seringnya melupakan bahwa proses perubahan itu seharusnya didasari oleh adanya pencerahan dalam diri klien, tidak semata-mata dibiasakan. Pengalaman aja, ketika saya pernah bergabung di divisi konseling sebuah lembaga, kami mengusung pendekatan cara Rogers untuk membantu klien. Ketika Tracy, kawan dari Aussie, memperkenalkan Egan Model ini, saya merasa pernah melakukan teknik tersebut, tanpa paham benar apa teorinya. Pada beberapa buku mengenai konseling yang saya temukan, jarang dibahas mengenai tahap-tahapan proses konseling secara rinci. Teori-teori Rogers misalnya, hanya mensyaratkan pentingnya keterbukaan, empati, rasa nyaman, dan proses pengambilan keputusan yang dipusatkan pada klien (client centered therapy), tanpa penjelasan rinci step by step. Egan cukup membantu saya. Pada prakteknya, memang tidak ada satu strategi pun yang lebih unggul dibandingkan yang lain, karena setiap kasus memiliki keunikan sendiri-sendiri. Misalnya, ada klien yang datang pada saya karena tidak bisa mengungkapkan perasaan pada orang yang ia cintai. Di awal sesi, saya menerapkan pendekatan Rogers (empati, keterbukaan), saya juga lalu menerapkan teori Egan. Saya juga memberikan alternatif solusi yang lebih behavioristik ketika masalahnya lebih terfokus pada ketidakpercayaan diri karena masalah berat badan. 
Namun karena juga ada nilai-nilai tertentu yang menjadi keyakinan di lembaga saya, saya mengajak klien untuk lebih kritis melihat sebuah masalah, misalnya soal badan ideal yang menghantui klien sebetulnya berasal dari sebuah sistem yang lebih besar yang memproduksi dan mempromosikan secara semena-mena demi kepentingan golongan tertentu mengenai badan ideal. Jelas ini tidak bisa dikatakan sebagai proses konseling yang bebas nilai (baru saya ketahui jika Psikologi Kritis yang sedang berkembang juga mengkritisi proses konseling yang &quot;memaksakan&quot; individu untuk bisa beradaptasi dengan nilai yang ada di masyarakat) Wah kok jadi panjang... Ada yang mau menambahkan atau mengkritisi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau saya lihat, strategi Egan lebih condong ke humanistik (atau memang dikembangkan dari humanistik), jelas berbeda dengan pendekatan psikoanalisa dan behavioristik. Psikoanalisa dalam praktek konseling (atau tepatnya terapi) mensyaratkan kemampuan analisa yang tajam dari seorang psikoanalisis terhadap alam tak sadar klien. Sementara behaviorisme yang mekanistik, biasanya digunakan untuk mengubah suatu kebiasaan, seringnya melupakan bahwa proses perubahan itu seharusnya didasari oleh adanya pencerahan dalam diri klien, tidak semata-mata dibiasakan. Pengalaman aja, ketika saya pernah bergabung di divisi konseling sebuah lembaga, kami mengusung pendekatan cara Rogers untuk membantu klien. Ketika Tracy, kawan dari Aussie, memperkenalkan Egan Model ini, saya merasa pernah melakukan teknik tersebut, tanpa paham benar apa teorinya. Pada beberapa buku mengenai konseling yang saya temukan, jarang dibahas mengenai tahap-tahapan proses konseling secara rinci. Teori-teori Rogers misalnya, hanya mensyaratkan pentingnya keterbukaan, empati, rasa nyaman, dan proses pengambilan keputusan yang dipusatkan pada klien (client centered therapy), tanpa penjelasan rinci step by step. Egan cukup membantu saya. Pada prakteknya, memang tidak ada satu strategi pun yang lebih unggul dibandingkan yang lain, karena setiap kasus memiliki keunikan sendiri-sendiri. Misalnya, ada klien yang datang pada saya karena tidak bisa mengungkapkan perasaan pada orang yang ia cintai. Di awal sesi, saya menerapkan pendekatan Rogers (empati, keterbukaan), saya juga lalu menerapkan teori Egan. Saya juga memberikan alternatif solusi yang lebih behavioristik ketika masalahnya lebih terfokus pada ketidakpercayaan diri karena masalah berat badan.<br />
Namun karena juga ada nilai-nilai tertentu yang menjadi keyakinan di lembaga saya, saya mengajak klien untuk lebih kritis melihat sebuah masalah, misalnya soal badan ideal yang menghantui klien sebetulnya berasal dari sebuah sistem yang lebih besar yang memproduksi dan mempromosikan secara semena-mena demi kepentingan golongan tertentu mengenai badan ideal. Jelas ini tidak bisa dikatakan sebagai proses konseling yang bebas nilai (baru saya ketahui jika Psikologi Kritis yang sedang berkembang juga mengkritisi proses konseling yang &#8220;memaksakan&#8221; individu untuk bisa beradaptasi dengan nilai yang ada di masyarakat) Wah kok jadi panjang&#8230; Ada yang mau menambahkan atau mengkritisi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fitri</title>
		<link>http://galink.wordpress.com/2008/04/28/teknik-pemberian-bantuan-konseling-the-egan-model/#comment-34</link>
		<dc:creator>fitri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 05:44:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://galink.wordpress.com/?p=9#comment-34</guid>
		<description>apa sih yang membedakan egan model dengan strategi konseling yang lain?apa strategi ini merupakan pengembangan dari stategi self management?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa sih yang membedakan egan model dengan strategi konseling yang lain?apa strategi ini merupakan pengembangan dari stategi self management?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
